(022) 4268709
TPAKD Jabar dukung Implementasi Program Smart Farming Ubi Cilembu

Deskripsi

Tidak dapat dipungkiri bahwa Pandemi Covid-19 ini bedampak pada hampir seluruh sektor ekonomi. Berita baiknya, berdasarkan data dari BPS, sektor pertanian masih mampu tumbuh dan menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun di daerah.

Sejalan dengan hal tersebut, pada rapat terbatas di Bulan Oktober 2020, Presiden RI memberi arahan untuk mendorong petani berkelompok (klaster) dalam jumlah yang besar dan berada dalam sebuah korporasi yang memiliki economic scalesehingga dapat mempermudah banyak petani dalam mengakses pembiayaan.

Melalui forum Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat, OJK bersama Pemprov Jawa Barat, Bank Indonesia, Lembaga Jasa Keuangan dan instansi terkait lainnya senantiasa mengakselerasi perluasan akses keuangan & meningkatkan literasi keuangan masyarakat, dengan salah satu upayanya yaitu pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan dengan perluasan layanan UMKM melalui KUR klaster.

Bank BNI, yang juga menjadi anggota TPAKD Jawa Barat  meluncurkan program Smart Farming melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani kepada Klaster Tani Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang yang telah bekerjasama dengan CV Sanindo Putra & CV Barokah selaku Offtaker. Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Indarto Budiwitono, Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, Kepala Grup BI Jawa Barat Bambang Pramono, Pemimpin BNI Wilayah Bandung Edy Awaludin dan Perwakilan Pemprov Jabar (Kabid Perekonomian dan Kadinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan)

Dalam program tersebut nantinya bukan hanya sebatas pemberian pembiayaan KUR, tetapi juga secara masif akan dilakukan pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif. Untuk tahap awal, disalurkan KUR kepada 2 kelompok tani Ubi Cilembu sebesar Rp850 juta dengan jumlah 21 Petani yang berasal dari 4 (empat) area Kecamatan yaitu Kecamatan Pamulihan, Sukasari, Rancakalong, dan Tanjungsari dengan luas lahan +/- 21 Ha, diharapkan dapat terus berlanjut dan membantu petani lainnya. Target di tahun 2021 ini direncanakan akan disalurkan kepada 500 petani dengan luas lahan +/- 482 ha.

Selanjutnya, TPAKD mengharapkan dukungan khususnya dari perbankan di sektor pertanian juga dilakukan melalui pengelolaan kewirausahaan pertanian yang merupakan kegiatan menyongsong pertanian 4.0 atau smart farming, serta aktivitas lainnya. Rangkaian program tersebut menjadi komitmen bersama dalam mendukung pemerintah terkait ketahanan pangan nasional yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).


20 Maret 2021 -